Selasa, 22 Maret 2011

Respek Mourinho untuk Spurs

Madrid - Ditilik dari sejarah dan prestasi jelas Real Madrid dan Tottenham Hotspur bak langit dan bumi. Jose Mourinho pasti tahu itu namun ia tak akan meremehkan The Lilywhites karena Los Blancos bisa saja disingkirkan oleh kuda hitam itu.

Pada perempatfinal Lig Champions Madrid akan menjamu di Santiago Bernabeu lebih dulu pada 5 April sebelum bertandang ke White Hart Lane sepekan kemudian.

Keuntungan buat Madrid yang tak harus bertemu lawan kuat lebih cepat namun juga bukan berarti mereka bisa memandang sebelah mata kekuatan pasukan London Utara itu. Keberhasilan mereka mencapai babak perempatfinal di musim perdananya jelas menggambarkan siapa itu Spurs.


Sedari fase grup Spurs sudah tampil cemerlang dengan lolos sebagai juara grup mengangkangi juara bertahan Inter Milan. Di fase 16 besar mereka dengan gagah menyingkirkan juara tujuh kali Liga Champions AC Milan."Setiap tim itu sulit dan seluruh tim akan jadi motivasi bagi kami. Tottenham adalah tim yang bagus, mereka mengalahkan Inter dan Milan. Mereka mempunyai ambisi, mereka tim yang bagus dan mempunyai manajer yang bagus," puji Mourinho di Sporting.

"Anda dapat merasakan jika ini adalah tim yang harmonis dan tim harmonis adalah tim yang berbahaya," sambungnya.

Selama menangani Chelsea, Mourinho sudah delapan kali bertemu Spurs. Hasilnya adalah lima kemenangan, dua seri dan satu kekalahan.

Meski begitu Mourinho tak menampik kemungkinan Spurs bakal bisa menyulitkan Los Merengues dengan kekuatan mereka saat ini atau bahkan menyingkirkan Madrid.

"Itu mungkin saja (menyingkirkan Madrid). Mereka mendapat undian yang tidak mudah, namun mereka juga sudah mengalaminya sejak awal," ucap pria asal Portugal itu.

"Namun dengan segala respek tentunya saya yakin bahwa perjalanan mereka di Liga Champions ini akan usai pada leg kedua di White Hart Lane."

"Mereka punya alasan untuk berbangga diri sekarang dan kupikir mereka punya alasan untuk melawan kami dan mencapai semifinal. Namun aku percaya kami tim yang lebih baik," tutup The Special One.


Read more...

Selasa, 22 Februari 2011

Suporter Siap Demo PSSI Sampai Nurdin Turun

Jakarta - Siang ini aksi demonstrasi menuntut perubahan di tubuh PSSI akan dimulai lagi, dengan konsentrasi terbesar di markas organisasi tersebut. Mereka akan melakukannya sampai Nurdin Halid turun.

Rencana demo besar-besaran di kantor PSSI saat berita ini diturunkan, Rabu (23/2/2011), masih dalam persiapan. Dari informasi yang didapat detiksport, mereka masih menunggu suporter-suporter lain dari daerah.

Kemarin sore aksi awal sudah dilakukan, diikuti sekitar 200-an orang, mayoritas dari Semarang (dan Yogyakarta). Hari ini dijadwalkan akan bergabung suporter dari Bojonegoro, Surabaya, Malang, Lumajang, Joglo Semar (Joga-Solo-Semarang), dan Bandung.

"Kita mengupayakan agar bagaimanapun caranya, Nurdin Halid dan kroni-kroninya harus turun. Hari ini ada tiga konsentrasi massa. Tadi Suporter Revolusi Merah Putih ke KPK, juga akan ada pula di Bundaran HI, dan Senayan. Namun konsentrasi paling besar ada di sini," ujar Nanang Maryadi dari Suporter Revolusi Merah Putih saat ditemui di depan markas PSSI.

"Umumnya kita menyuarakan aspirasi kita yang selama ini sudah disampaikan, tapi belum juga dilakukan oleh Nurdin. Kalau bisa kita ketemu orang PSSI. Kalau tidak, kita akan aksi sampai Nurdin turun. Pokoknya turun kayak Hosni Mubarak, apapun lah namanya. Buat masyarakat umum yang ingin ikut aksi, silakan bergabung."

Tentang potensi anarkis dari aksi besar ini, Nanang mengatakan, hal itu mungkin saja terjadi, tapi sebisa mungkin dihindari.

"Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi kita datang ke sini tidak dengan niat anarki. Kita juga berusaha mengantisipasi karena bisa saja disusupi provokator. Makanya kita mitna suporter atau masyarakat yang ingin ikut gabung, kenakan saja kaos Merah Putih. Nanti akan kami kasih ikat kepala dan ban lengan," sambung Nanang.

Saat ini sejumlah spanduk dalam ukuran besar sudah siap dan sebagian dibentangkan di pagar kantor PSS, yang salah satunya bertuliskan "Turnamen Rakyat Versus PSSI". 

Mereka juga sudah mendirikan tenda-tenda tadi malam, dengan penjagaan dari pihak Polres Jakarta Selatan dan Polsek Tanah Abang, dari kemungkinan "gangguan" dari pihak luar.

"Selain melakukan jalur inkonstitusional seperti ini, teman-teman di daerah juga mendesak dan mendorong supaya pengda-pengda yang punya hak suara untuk menampung aspirasi kita di kongres (bulan depan)."

Read more...

Kamis, 10 Februari 2011

BLI Rilis Jadwal Putaran Kedua

Badan Liga Indonesia (BLI) akhirnya merubah jadwal dimulainya putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone musim 2010/2011 pada Kamis (10/2). Jadwal putaran kedua yang sekiranya dimulai pada tanggal 4 Maret 2011 akhirnya dimajukan menjadi 25 Februari 2011.

Tim Super Elang Jawa, PSS Sleman akan memulai laga perdananya lawan Persigo Gorontalo di Stadion Merdeka, Gorontalo, Jumat (25/2). Total PSS akan menjalani enam pertandingan kandang dan enam laga tandang.

Berikut jadwal pertandingan putaran kedua PSS:

Jumat(25/2/2011): Persigo vs PSS
Rabu (2/3/2011): Persebaya vs PSS
Senin (7/3/2011): PSS vs Persiba
Minggu (13/3/2011): PSS vs Persiku
Jumat (18/3/2011): PSS vs PSIR
Selasa (22/3/2011): Persekam vs PSS
Jumat (25/3/2011): PSBI vs PSS
Rabu (30/3/2011): PSS vs Persidafon
Sabtu (2/4/2011): PSS vs Perserui
Kamis (14/4/2011): Persipro vs PSS
Senin (18/4/2011): PSMP vs PSS
Jumat (29/4/2011): PSS vs Barito Putra 

Read more...

Selasa, 08 Februari 2011

PSSI Tunggu Dewan Pers Panggil Dua Media Massa

Jakarta - PSSI sampai saat ini masih menunggu tindak lanjut dari Dewan Pers terkait keberatan mereka atas pemberitaan yang dilakukan harian olahraga TopSkor dan seorang wartawan Kompas.

"Ya, Kami memang mengadukan mereka (Topskor dan wartawan kompas Yesayas Oktovianus) kepada Dewan Pers pada tanggal 4 Februari lalu. Sampai saat ini kita lagi menunggu Dewan Pers memanggil Topskor dan Yesayas Oktovianus," tutur Direktur Media PSSI, Barry Sihotang, kepada detiksport, Rabu (9/2/2011) pagi WIB.


Alasan PSSI mengadukan Topskor adalah soal pemberitaan media tersebut pada 31 Januari mengenai dijualnya pertandingan final pertama AFF Suzuki Cup antara timnas Malaysia vs Indonesia, sebagaimana dilansir melalui surat elektronik (email) dari seseorang yang pegawai pajak bernama Eli Cohen.Topskor dianggap melakukan pelanggaran atas Kode Etik Jurnalistik (KEJ) karena memuat pemberitaan yang tak jelas asal usulnya tersebut . Pemberitaan ini pun langsung jadi perdebatan di kalangan masyarakat dan mengundang perhatian dari berbagai pejabat negara.

"Kita sudah pernah minta hak jawab ke Topskor namun tak dimuat. Itu 'kan namanya melanggar UU Pers dan IT. Polisi saja sudah bilang email itu bohong, lalu siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Pemberitaan ini kan sudah bergulir di masyarakat seperti bola salju," sambung Barry.

"Soal Topskor mereka harus bertanggung jawab atas pemberitaan Eli Cohen. Entah bagaimana nanti cara yang diberikan oleh dewan pers. Namun mereka harus tanggung jawab sebagai insan pers yang punya moral dan menjunjung tinggi kode etik pers."

Soal keberatan mereka terhadap Yesayas dari Kompas, PSSI mengadukannya ke Dewan Pers karena dianggap menyalahgunakan profesinya. Yang bersangkutan selama ini dikenal sering mengkritisi PSSI secara tajam di medianya, namun sebuah tabloid olahraga pernah menyebutkan bahwa dia termasuk orang Liga Primer Indonesia (LPI)..

"Waktu itu BOLA nulis Yesayas Oktovianus itu orang LPI. Bola 'kan juga kompas. Maka kami sudah bikin surat aduan juga ke Dewan Pers dan tembusannya ke Pemimpin Perusahaan Kompas Yacob Utama," ujar Barry.

"Yesayas berbulan-bulan nulis soal PSSI di Kompas. Itu berarti bias kalau selama ini Yesayas adalah orang LPI. Kita sudah tidak percaya lagi kalau dia nulis soal PSSI karen berarti itu ada kepentingannya. Kalau masih ada berita Yesayas soal PSSI itu berarti taste dan tidak layak dibaca," tegas Barry.
Read more...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...